Kenangan Hujan
Rintik di luar jendela hadirkan ilusi kenangan masa kecil
Saat tetesannya basahi bumi, bersama teman berlari bak gerombolan kancil
Bertelanjang dada keluar rumah, resapi dinginnya butiran hujan
Sebuah bola plastik setia temani kami berjalan
Di tengah hancurnya jalan raya kalah itu..
Kerikil tajam tak goyahkan kami tuk terus maju
Berlari kegirangan menuju halaman rumah teman
Tuk kemudian giringi bola ke gawang kecil dari patahan batang bunga taman
Menuntun bola ke genangan kemudian mendorong teman hingga tercebur
Terbahak tawa melihat keringat dan becek lumpur bercampur
Dia duduk terpaku biarkan kotor disapu hujan yang terus mengguyur
Muncul iba di antara tawa, kamipun membantunya berdiri tuk kembali bertempur
Hujanpun berhenti, di langit membujur warna pelangi
Menandai hujan tak turun lagi dan kami harus segera pergi
Tertunduk lelah memegang bola, aku dan sahabatpun beranjak pulang
Kini cerita takkan terulang, tiap datangnya hujan kisah itu hanya bisa kukenang
Saat tetesannya basahi bumi, bersama teman berlari bak gerombolan kancil
Bertelanjang dada keluar rumah, resapi dinginnya butiran hujan
Sebuah bola plastik setia temani kami berjalan
Di tengah hancurnya jalan raya kalah itu..
Kerikil tajam tak goyahkan kami tuk terus maju
Berlari kegirangan menuju halaman rumah teman
Tuk kemudian giringi bola ke gawang kecil dari patahan batang bunga taman
Menuntun bola ke genangan kemudian mendorong teman hingga tercebur
Terbahak tawa melihat keringat dan becek lumpur bercampur
Dia duduk terpaku biarkan kotor disapu hujan yang terus mengguyur
Muncul iba di antara tawa, kamipun membantunya berdiri tuk kembali bertempur
Hujanpun berhenti, di langit membujur warna pelangi
Menandai hujan tak turun lagi dan kami harus segera pergi
Tertunduk lelah memegang bola, aku dan sahabatpun beranjak pulang
Kini cerita takkan terulang, tiap datangnya hujan kisah itu hanya bisa kukenang
Komentar
Posting Komentar